Kamis, 23 Juni 2011

Menggunakan Pendekatan Lingkungan dalam Pembelajaran IPA


MENGGUNAKAN PENDEKATAN LINGKUNGAN DALAM
PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
DI SEKOLAH DASAR

Oleh
Joniansyah
(Mahasiswa PGSD FKIP Untan Pontianak)

Abstrak: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu bidang studi dalam pembelajaran berisikan tentang peristiwa atau gejala – gejala alam, proses idetifikasi, dan rumusan masalah dari hasil pengamatan terhadap gejala alam serta sebagai cara untuk mencari jawaban dan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi. Dengan demikian, siswa dapat menerima suatu fakta dari gejala alam tersebut, dengan kata lain dengan pembelajaran IPA siswa dapat mengenal alam sekitar dan dapat bersikap ilmiah terhadap alam sekitar serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA sangat memerlukan adanya pemanfaatan alam sekitar di lingkungan sekolah sebagai sumber belaja. Keterlibatan siswa secara langsung dengan alam pada saat proses belajar mengejar akan memberikan pengalaman dan hasil belajar yang lebih optimal. Karena pembelajaran IPA dengan memanfaatkan alam sekitar sangat penting dalam menunjang proses perkembangan anak didik secara utuh karena dapat melibatkan segenap aspek psikologis anak yang meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Dalam pembelajaran IPA seorang guru dituntut untuk dapat mengajak anak didiknya memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam tulisan ini penulis akan mengupas hal-hal yang berkaitan dengan (1) Pentingnya lingkungan dalam pembelajaran ILmu Pengetahuan Alam, (2) Tujuan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan alam, (3) Prinsip – prinsip pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, (4) kelebihan dan kelemahan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, (5) Manfaat pendekatan lingkungan terhadap proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan alam, (6) Cara pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan pendekatan lingkungan.

Kata Kunci: Pendekatan lingkungan, pembelajaran IPA, sekolah dasar


Pendahuluan
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu bidang studi dalam pembelajaran be-risikan tentang peristiwa atau gejala–gejala alam, proses idetifikasi, dan rumusan masalah dari hasil pengamatan terhadap gejala alam serta sebagai cara untuk mencari jawaban dan pe-mecahan ter-hadap masalah yang dihadapi. Dengan demikian, siswa dapat menerima suatu fakta dari gejala alam tersebut. dengan kata lain dengan pembelajaran IPA siswa dapat mengenal alam sekitar dan dapat bersikap ilmiah terhadap alam sekitar serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.
Kita katahui saat ini banyak Guru IPA yang masih menekankan pada konsep – konsep yang terdapat dalam buku tanpa memperdulikan ke-sesuaian dengan lingkungan belajar siswa dan juga masih banyak guru menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran IPA, Hal ini mem-buat pembelajaran tidak efektif, karena siswa kurang merespon terhadap pelajaran yang di-sampaikan. Maka pengajaran semacam ini cen-derung menyebabkan kebosanan kepada siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA sangat me-merlukan adanya pemanfaatan alam sekitar di lingkungan sekolah sebagai sumber belaja. Dalam hal ini merupakan dasar menanamkan rasa cinta terhadap alam sekitar. Keterlibatan siswa secara langsung dengan alam pada saat proses belajar mengejar akan memberikan pengalaman dan hasil belajar yang lebih optimal. Karena pembelajaran IPA dengan memanfaatkan alam sekitar sangat penting dalam menunjang proses perkembangan anak didik secara utuh karena dapat melibatkan segenap aspek psikologis anak yang meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Melalui pembelajaran ini anak didik tidak hanya mem-peroleh pengetahuan, tetapi juga dapat mem-peroleh kemampuan untuk menggali sendiri pe-ngetahuan itu dari alam sekitarnya atau ling-kungannya.
Dalam pembelajaran IPA seorang guru dituntut untuk dapat mengajak anak didiknya me-manfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar. Dalam upaya mencapai tujaun pembelajaran, guru juga dituntut untuk menggunakan strategi pem-belajaran yang bersifat kontekstual dan mem-berikan kegiatan yang bervariasi, sehingga dapat melayani perbedaan individu siswa, mengaktifkan siswa dan guru mendorong berkembangnya ke-mampuan baru, menimbulkan jalinan kegiatan be-lajar di sekolah, responsif, serta rumah dan lingkungan masyarakat. Pada akhirnya siswa me-miliki motivais tinggi untuk belajar. Salah satu cara yaitu melalui pembelajaran yang di-laksanakan di luar kelas agar terjadi interaksi secara langsung antara siswa dengan ling-kungannya.
Menurut Toharudin (2005) memanfaatkan lingkungan untuk memperoleh pengalaman belajar yakni dengan cara memberikan penugasan siswa untuk belajar di luar kelas. Jadi lingkungan sebagai salah satu kajian dalam IPA dapat di-manfaatkan dalam mempelajari konsep Ilmu Pe-ngetahuan Alam.
Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pen-dekatan lingkungan dapat meningkatkan produk, proses, keterampilan dan meningkatkan kinerja para siswa SD dalam pembelajaran IPA, Proses pembelajaran dengan konteks lingkungan akan berjalan efektif apabila ada kerjasama dalam kelompok.
Melalui uraian penjelasan diatas, maka yang menjadi masalah dalam penulisan makalah ini adalah “Bagaimanakah bentuk pemberian pen-dekatan lingkungan dalam pembelajaran Ilmu Pe-ngetahuan Alam di sekolah dasar ?” Agar pem-bahasannya dapat diperjelaskan secara terperinci, penulis membaginya dalam beberapa submasalah yang dijabarkan sebagai berikut :
1.        Mengapa lingkungan itu penting dalam pembelajaran ILmu Pengetahuan Alam ?
2.        Apakah tujuan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan alam ?
3.        Prinsip–prinsip apa sajakan yang terdapat da-lam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ?
4.        Apa sajakah yang merupakan kelebihan dan kelemahan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ?
5.        Apa sajakah manfaat pendekatan lingkungan terhadap proses pembelajaran Ilmu Pe-ngetahuan alam ?
6.        Bagaimanakah cara pelaksanaan pem-belajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan pendekatan lingkungan ?
Berdasarkan masalah dan submasalah diatas, maka yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mendapatkan informasi dan ke-jelasan tentang menggunakan pendekatan ling-kungan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Dari tujuan umum itu dijabarkan lagi men-jadi beberapa tujuan khusus yang dijabarkan se-bagai berikut :
1.        Untuk mendapatkan informasi tentang lingkungan itu penting dalam pembelajaran ILmu Pengetahuan Alam.
2.        Untuk mendapatkan informasi tentang tujuan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan alam.
3.        Untuk mendapatkan informasi tentang  prinsip–prinsip yang terdapat dalam pem-belajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
4.        Untuk mendapatkan informasi tentang ke-lebihan dan kelemahan pendekatan ling-kungan dalam pembelajaran Ilmu Pe-ngetahuan Alam.
5.        Untuk mendapatkan informasi tentang man-faat pendekatan lingkungan terhadap proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan alam.
6.        Untuk mendapatkan informasi tentang cara pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan pendekatan lingkungan.

Pentingnya Pendekatan Lingkungan dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Masih ada sebagian pendidik  yang ber-anggapan  bahwa media pembelajaran selalu ber-kaitan dengan peralatan elektronik atau peralatan canggih yang mahal harganya.   Anggapan seperti itu merupakan pandangan yang terlalu sempit ter-hadap makna  media pem-belajaran.   Se-sungguhnya,  media pembelajaran sangat banyak jenis dan jumlahnya.  Mulai dari jenis media yang paling sederhana  dan murah,  hingga jenis media yang   canggih dan mahal.  Ada media  buatan pabrik, ada pula jenis media yang dapat dibuat sendiri oleh guru. Bahkan banyak pula jenis media  yang telah tersedia di lingkungan sekitar kita yang langsung dapat kita gunakan untuk ke-perluan pembelajaran.  Oleh karena itu,  se-harusnya tidak ada lagi guru yang  enggan meng-gunakan media pembelajaran karena alasan ke-tiadaan biaya.   Mengapa?  Karena begitu  banyak jenis media  belajar  yang dapat kita peroleh se-cara mudah dan murah di sekitar kita.  Yang di-perlukan adalah kemauan , kejelian dan kreatifitas kita dalam memilih dan mendayagunakan potensi berbagai sumber dan media belajar yang ada di sekeliling kita. 
Ada beberapa alasan yang menjadikan ling-kungan itu sangat penting dalam interaksi belajar mengajar, yaitu :
1.        Sebagai sasaran belajar
Kita ingat kembali tentang tujuan pendidikan SD, antara lain agar anak dapat mengenal alam se-kitar. Alam sekitar ini ten-tunya termasuk “lingkungan”. Jadi segala se-suatu di sekitar anak itu merupakan objek untuk diajarkan kepada anak, atau lingkungan merupakan sasaran belajar bagi anak SD.
2.        Sebagai sumber belajar
Ada berbagai macam sumber belajar, mi-salnya guru, buku–buku, labolatorium, tenaga ahli, dan lain–lainnya, yang sering terlupakan orang adalah “lingkungan”. Lingkungan me-rupakan sumber belajar yang tidak habis–habisnya memberikan pengetahuan kepada kita. Semakin  banyak kita gali semakin banyak yang kita da-patkan, tidak hanya bagi IPA itu sendiri tetapi ju-ga berupa sumber dari berbagai macam ilmu pe-ngetahuan seperti IPS dan Matematika.
3.        Sebagai sarana belajar
Lingkungan merupakan suatu sarana belajar yang baik, bahkan lingkungan yang alamiah men-yediakan bahan – bahan yang tidak perlu dibeli, misal udara, cahanya matahari, pepohonan, air su-ngai, rerumputan dan sebagainya. Jadi lingkungan adalah suatu sasaran belajar yang ekonomis.

Tujuan Pendekatan  Lingkungan
Dalam proses belajar mengajar, terkadang guru menampilkan sosok tiruan dari benda se-benarnya yang dijadikan sebagai objek pelajaran, akan tetapi akan lebih mengena bila si murid kita ajak langsung terjun kealam (lingkungan) agar dalam penganalisisan data lebih mengena karena langsung pada objek sesungguhnya yang real dan konkrit.
Adapun tujuan pendekatan lingkungan sebagai sumber belajar adalah sebagai berikut:
1.         Supaya kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan siswa duduk di kelas ber-jam-jam sehingga motivasi belajar siswa akan lebih tinggi.
2.         Supaya hakikat Belajar akan lebih bermakna sebab siswa dihadapkan pada keadaan yang sebenarnya.
3.         Supaya bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya dan lebih actual sehingga ke-benarannya lebih akurat.
4.         Supaya kegiatan belajar siswa lebih kon-prehenshif dan lebih aktif sebab dapat di-lakukan dengan berbagai cara seperti wa-wancara, mengamati dan lain-lain.
5.         Supaya sumber belajar menjadi lebih kaya di-sebabkan lingkungan yang dipelajari beraneka ragam.
6.         Supaya siswa dapat memahami dan meng-hayati aspek yang ada di lingkungannya.

Prinsip – Prinsip Pembelajaran Ilmu Pengetahua Alam
Mengajar dan belajar suatu proses yang tidak dapat dipisahkan, suatu pengajaran akan berhasil apabila terjadi proses mengajar dan proses belajar yang harmonis antara guru dan siswa, siswa dan siswa. Seorang ahli IPA Jhon S. Richardson (1957) dari Universitas Ohio dalam bukunya Science Teaching in Secondary Schools me-nyarankan digunakannya tujuh prinsip dala proses belajar mengajar agar suatu pengajaran IPA dapat berhasil. Ketujuh parinsip itu adalah :
1.         Prinsip keterlibatan siswa secara aktif
Dalam pembelajaran IPA sering di-lupakan bahwa keterlibatan siswa secara aktif ini merupakan bagian yang esensial dari suatu proses belajar mengajar dalam pembelajaran IPA, yang dimaksud dengan keterlibatan sis-wa secara aktif menurut Richardson adalah “learning by doing”, siswa harus ikut berbuat sesuatu untuk memperoleh ilmu yang mereka cari.
2.         Prinsip belajar berkesinambungan
Yang dimaksud dengan prinsip belajar berkesinambungan adalah proses belajar yang selalu dimulai dari apa – apa yang telah di-miliki oleh siswa. Dalam hal ini pe-ngembangan  yang telah dimiliki oleh siswa itu seolah–olah merupakan jembatan yang sa-ngat esensial bagi siswa untuk dapat meraih pengetahuan yang baru. Untuk melaksankan prinsip ini tentu saja harus mengetahui sejauh mana pengetahuan yagn telah dimiliki sis-wanya.
3.         Prinsip motivasi
Motivasi dapat diartikan sebagai suatu dorongan yang menyebabkan seorang mau berbuat sesuatu. Dalam proses pembelajaran IPA tentunya motivasi yang dimaksudkan se-bagai dorongan untuk mau belajar IPA, do-rongan ini dapat bersumber dari kebutuhan yang hakiki dari manusia yang disebut se-bagai motovasi intrinsic. Motivasi ini juga da-pat timbul dari pengaruh yang datang dari luar dirinya, misalnya hadiah yang akan di-berikan kepada siswa yang jadi juara di-kelasnya. Motivasi semacam ini dapat disebut sebagai motivasi ekstrinsik.
4.         Prinsip multi saluran
Dalam proses pembelajaran IPA ada sis-wa yang midah belajar melalui membaca, ada siswa yang mudah mengerti apa bila diberi ceramah oleh guru, ada pula yang baru mengerti kalau ia ikut aktif dalam melakukan percobaan. Oleh karena itu penggunaan multi saluran dala proses belajar IPA sangat diperlukan agar semua siswa dengan berbagai kemampuan daya tangkap dapat menerima pembelajaran dengan baik.
5.         Prinsip penemuan
Yang dimaksud dengan prinsip pe-nemuan di sini adalah bahwa untuk me-mahami sesuatu konsep atau symbol–symbol, siswa tidak diberi tahu oleh guru, tetapi guru memberi peluang agar siswa dapat mem-peroleh sendiri pengertian – pengertian itu melalui pengalamannya. Misalnya untuk me-ngetahui hkum Boyle, siswa tidak langsung diberi tahu oleh guru, tetapi guru memberi ke-sempatan kepada siswa untuk  melukukan percobaan yang kesimpulannya adalah hokum Boyle.
6.         Prinsip totalitas
Prinsip totalitas bertolak dari suatu pa-ham bahwa siswa belajar dari segenap ke-mampuan yang ia miliki sebagai makhluk hi-dup, yaitu panca indranya, perasaan satu pi-kirannya, dalam proses belajar siswa tidak hanya memperhatikan materi pelajaran (misalnya IPA) tetapi meliputi bagai mana cara guru mengajar, lingkungan sekitar, teman–temannya, dan semua hal - hal yang berkenaan dengan jiwa raganya. Itu semua merupakan bagian penentu keberhasilan be-lajar siswa. Yang dimaksud hasil belajar tidak hanya berupa pengetahuan intelektual, tetapi juga meliputi bidang sikap dan keperibadian siswa.
7.         Prinsip perbedaan indipidu
Prinsip ini tidak dimaksudkan untuk membeda–bedakan siswa, tetapi betolak pada suatu kenyataan bahwa setiap siswa per-bedaan yang satu terhadap yang lain. Per-bedaan individu ini terutama ditunjukan kepada adanya perbedaan kemampuan (termasuk kecerdasan dan kecepatan belajar) dan perbedaan minat termasuk motivasi belajar. Perinsip perbedaan individu di-maksudkan agar siswa mendapatkan ke-sempatan belajar sesuai dengan kapasitas dan minatnya.
Kelemahan dan Kelebihan Pendekatan Lingkungan
LB. Sharp berpendapat bahwa tidak akan pernah ada suatu sekolah yang terlalu sempit, miskin, kekurangan alat – alat atau bahan untuk bisa memulai sesuatu kegiatan belajar mengajar. Proses pembelajaran, dan eksplorasi dapat di-lakukan di luar gedung sekolah. Dan tidak satu sekolah yang terlalu lengkap dan sangat maju di-dalam hal proses belajar mengajar tanpa ditujukan dengan di eksplorasi ke lingkungan alam sekitar. Pendapat Sharp tersebut, dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi kita, bahwa untuk bisa ber-langsungnya kegiatan belajar mengajar yang efek-tif, tidak selalu harus ditunjang oleh tersedianya fasilitas yang lengkap, atau ketiadaan fasilitas be-lajar di dalam kelas, tidak bisa dijadikan toak ukur untuk tidak terlaksananya kegiatan belajar me-ngajar yang optimal.
Namun sayang walaupun harapan yang diinginkan demikian (seperti yang tertulis di tujuan di atas), akan tetapi dalam penerapan penggunaan Lingkungan sebagai sumber belajar juga terdapat beberapa kelemahan, diantaranya:
1.         Kegiatan belajar kurang dipersiapkan sebelumnya yang menyebabkan ketika siswa diajak ke tempat tujuan tidak melakukan kegiatan belajar yang di harapkan sehingga terkesan main-main.
2.         Ada kesan dari guru dan siswa bahwa ke-giatan mempelajari lingkungan mem-perlukan waktu yag lebih lama, sehingga meng-habiskan waktu untuk belajar di kelas.
3.         Sempitnya pandangan guru bahwa kegiatan belajar hanya terjadi di dalam kelas.
Lingkungan yang ada di sekitar anak me-rupakan salah satu sumber belajar yang dapat di-optimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas bagi anak. Ling-kungan menyediakan berbagai hal yang dapat di-pelajari anak jumlah sumber belajar yang tersedia di lingkungan ini tidaklah terbatas, sekalipun pada umumnya tidak dirancang secara sengaja untuk kepentingan pendidikan. Sumber belajar ling-kungan ini akan semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan anak karena mereka belajar tidak terbatas oleh empat dinding kelas. Selain itu ke-benarannya lebih akurat, sebab anak dapat me-ngalami secara langsung dan dapat meng-optimalkan potensi panca inderanya untuk ber-komunikasi dengan lingkungan tersebut. Dalam penggunaan pendekatan lingkungan ter-dapat beberapa kelebihan diantaranya adalah :
1.         Penggunaan lingkungan memungkinkan ter-jadinya proses belajar yang lebih bermakna (meaningfull learning) sebab anak di-hadapkan dengan keadaan dan situasi yang sebenarnya. Hal ini akan memenuhi prinsip kekonkritan dalam belajar sebagai salah satu prinsip pendidikan anak.
2.         Penggunaan lingkungan sebagai sumber be-lajar akan mendorong pada penghayatan nilai-nilai atau aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungannya. Kesadaran akan pentingnya lingkungan dalam kehidupan bisa mulai di-tanamkan pada anak sejak dini, se-hingga se-telah mereka dewasa kesadaran ter-sebut bisa tetap terpelihara.
3.         Penggunaan lingkungan dapat menarik bagi anak, kegiatan belajar dimungkinkan akan le-bih menarik bagi anak sebab lingkungan menyediakan sumber belajar yang sangat be-ragam dan banyak pilihan. Kegemaran belajar sejak usia dini merupakan modal dasar yang sangat diperlukan dalam rangka penyiapan masyarakat belajar (learning societes) dan sumber daya manusia di masa mendatang.

Manfaat Pendekatan Lingkungan
Sebagai guru,  kita dapat memilih berbagai benda yang  terdapat di lingkungan  untuk kita ja-dikan media dan sumber belajar bagi siswa di se-kolah. Bentuk dan jenis lingkungan ini bermacam-macam, misalnya :  sawah, hutan, pabrik, lahan pertanian, gunung, danau, peninggalan sejarah, musium,  dan sebagainya.   Media di  lingkungan juga bisa berupa benda-benda sederhana yang da-pat dibawa ke ruang kelas, misalnya : batuan, tumbuh-tumbuhan, binatang, peralatan rumah tangga, hasil kerajinan , dan masih banyak lagi contoh yang lain. Semua benda itu dapat kita kumpulkan dari sekitar kita dan dapat kita per-gunakan sebagai media pembelajaran di ke-las. Benda-benda tersebut dapat kita perloeh dengan mudah di lingkungan kita sehari-hari. Jika mungkin, guru dapat menugaskan para sis-wa untuk mengumpulkan benda-benda tertentu se-bagai sumber belajar untuk topik tertentu. Benda-benda tersebut juga dapat kita simpan   untuk  da-pat  kita pergunakan  sewaktu-waktu diperlukan.
Manfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran memiliki banyak keuntungan. Be-berapa beberapa keuntungan tersebut  antara lain :
1.        Menghemat biaya, karena memanfaatkan benda-benda yang telah ada di lingkungan.
2.        Praktis dan mudah dilakukan, tidak me-merlukan peralatan khusus seperti  listrik
3.        Memberikan pengalaman yang riil kepada sis-wa, pelajaran menjadi lebih konkrit, tidak ver-balistik.
4.        Karena benda-benda tersebut berasal dari lingkungan siswa, maka benda-benda tersebut akan sesuai dengan karakteristik  dan ke-butuhan siswa.  Hal ini juga sesuai dengan konsep pembelajaran kontekstual (contextual learning).
5.        Pelajaran lebih aplikatif, maksudnya materi belajar yang diperoleh siswa melalui media lingkungan kemungkinan besar akan dapat diaplikasikan langsung,  karena siswa   akan sering menemui  benda-benda atau peristiwa serupa dalam kehidupannya sehari-hari.
6.        Media lingkungan memberikan pengalaman langsung kepada siswa.  Dengan media ling-kungan, siswa dapat berinteraksi secara lang-sung dengan benda, lokasi atau peristiwa se-sungguhnya secara alamiah.
7.        Lebih komunikatif, sebab benda dan peristiwa yang ada di lingkungan siswa biasanya mudah dicerna oleh siswa, dibandingkan dengan me-dia yang dikemas (didesain).

Strategi Penggunaan Lingkungan dalam Proses Belajar Mengajar
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan sis-wa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Cara pe-laksanaan pembelajaran IPA dalam menggunakan pendekatan lingkungan diantaranya adalah
(a)      Menggunakan lingkungan sebagai lahan pengembangan keterampilan proses
(b)     Menggunakan lingkungan sebagai lahan pengembangan sikap
(c)      Mengunakan untuk pengayaan
(d)     Struktur pengembangan wawasan lingkungan menurut kelompok umur.

Penutup
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan uraian diatas adalah sebagai berikut :
1.         Ada beberapa alasan kenapa lingkungan itu penting dalam pembelajaran IPA, alasan ini di karenakan (a) lingkungan sebagai sasaran be-lajar, (b) lingkungan sebagai sumber belajar, (c) lingkungan sebagai sarana belajar.
2.         Tujuan pendekatan lingkungan dalam pem-belajaran IPA adalah agar siswa (a) Supaya kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan, (b) Supaya hakikat Belajar akan lebih bermakna, (c) Supaya bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya dan lebih ac-tual sehingga kebenarannya lebih akurat, (d) Supaya kegiatan belajar siswa lebih kon-prehenshif dan lebih aktif, (e) Supaya sumber belajar menjadi lebih kaya disebabkan ling-kungan yang dipelajari beraneka ragam, (f) Supaya siswa dapat memahami dan meng-hayati aspek yang ada di lingkungannya.
3.         Prinsip – prinsip dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yaitu (a) Prinsip ke-terlibatan siswa secara aktif, (b) Prinsip be-lajar berkesinambungan, (c) Prinsip motivasi, (d) Prinsip multi saluran, (e) Prinsip pe-nemuan, (f) Prinsip totalitas, (g) Prinsip per-bedaan indipidu.
4.         Kelebihan dan kelemahan pendekatan ling-kungan dalam pembelajaran IPA diantaranya adalah :
a.         Kelemahan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran IPA
1.         Kegiatan belajar kurang dipersiapkan sebelumnya yang menyebabkan ke-tika siswa diajak ke tempat tujuan ti-dak melakukan kegiatan belajar yang diharapkan sehingga terkesan main-main.
2.         Ada kesan dari guru dan siswa bah-wa kegiatan mempelajari lingkungan memperlukan waktu yag lebih lama, sehingga menghabiskan waktu untuk belajar di kelas.
3.         sempitnya pandangan guru bahwa kegiatan belajar hanya terjadi di da-lam kelas.
b.         Kelebihan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran IPA
1.         Penggunaan lingkungan memungkin-kan terjadinya proses belajar yang le-bih bermakna (meaningfull learning) sebab anak dihadapkan dengan ke-adaan dan situasi yang sebenarnya.
2.         Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar akan mendorong pada penghayatan nilai-nilai atau aspek-aspek kehidupan yang ada di ling-kungannya. Kesadaran akan pen-tingnya lingkungan dalam kehidupan bisa mulai ditanamkan pada anak se-jak dini, sehingga setelah mereka de-wasa kesadaran tersebut bisa tetap terpelihara.
3.         Penggunaan lingkungan dapat me-narik bagi anak, sebab lingkungan menyediakan sumber belajar yang sangat beragam dan banyak pilihan. Kegemaran belajar sejak usia dini merupakan modal dasar yang sangat diperlukan dalam rangka penyiapan masyarakat belajar (learning societes) dan sumber daya manusia di masa mendatang.
5.         Manfaat pendekatan lingkungan dalam pembelajaran IPA diantaranya adalah (a) Menghemat biaya, karena memanfaatkan benda-benda yang telah ada di ling-kungan, (b) Praktis dan mudah dilakukan, tidak memerlukan peralatan khusus se-perti  listrik, (c) Memberikan pengalaman yang riil kepada siswa, pelajaran menjadi lebih konkrit, tidak verbalistik, (d) Ka-rena benda-benda tersebut berasal dari lingkungan siswa, maka benda-benda ter-sebut akan sesuai dengan karakteristik  dan kebutuhan siswa.  Hal ini juga sesuai dengan konsep pembelajaran kontekstual (contextual learning), (e) Pelajaran lebih aplikatif, maksudnya materi belajar yang diperoleh siswa melalui media ling-kungan kemungkinan besar akan dapat diaplikasikan langsung,  karena siswa akan sering menemui  benda-benda atau peristiwa serupa dalam kehidupannya sehari-hari, (f) Media lingkungan mem-berikan pengalaman langsung kepada sis-wa.  Dengan media lingkungan, siswa da-pat berinteraksi secara langsung dengan benda, lokasi atau peristiwa sesung-guhnya secara alamiah. (g) Lebih komu-nikatif, sebab benda dan peristiwa yang ada di lingkungan siswa biasanya mudah dicerna oleh siswa, dibandingkan dengan media yang dikemas (didesain).
6.        Cara pelaksanaan pembelajaran IPA dalam menggunakan pendekatan lingkungan dian-taranya adalah (a) menggunakan lingkungan sebagai lahan pengembangan keterampilan proses, (b) menggunakan lingkungan sebagai lahan pengembangan sikap, (c) mengunakan untuk pengayaan, (d) struktur pengembangan wawasan lingkungan menurut kelompok umur.
Saran yang dapat diberikan supaya mutu pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar dapat meningkat adalah sebagai berikut :
1.        Dalam proses pembelajaran IPA diharapkan jangan terlalu monoton menggunakan metode ceramah atau pengisian LKS yang bisa mem-buat siswa merasa bosan atau tidak senang dengan pembelajaran IPA.
2.        Berikanlah kebebasan siswa dalam mene-mukan sesuatu permasalahan yang ada di lingkungan sekitar dengan cara guru meng-gunakan pendekatan lingkungan.
3.        Dalam proses pembelajaran IPA guru bisa menggunakan pendekatan lingkungan dengan cara membimbing siswa untuk melakukan ob-servasi tumbuhan atau hewan yang ada di-sekitar kehidupan siswa.
4.        Berikan kesempatan kepada siswa untuk me-ngenali lingkungan alam sekitar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran.

Daftar Pustaka
Sudrajat, Akhmad. (2008). Pendekatan Strategi Metode Teknik dan Model Pembelajaran, (Online) (http://www.wordpress.com diakses 18 Maret 2011).
Metrosis. (2009). Pendekatan Lingkungan Dalam, (Online) (http://www.blogspot.com diakses 18 Maret 2011).
Techonly. (2009). Konsep Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pendekatan Lingkungan, (Online) (http://www.wordpress.com diakses 18 Maret 2011).
Karh. (2011). Pendekatan Lingkungan Dalam. (Online) (http://www.blogspot.com diakses 18 Maret 2011).
Effendi, Ahmad. (2010). Makalah Lingkungan Sebagai Sumber. (Online) (http://www.blogspot.com diakses 22 April 2011).
Juhji. (2008). Pengertian Pendidikan IPA. (Online) (http://www.blogspot.com diakses 23 Maret 2011).
Ilmuwan Muda. Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Untuk Anak Usia Dini. (Online) (http://www.wordpress.com diakses 22April 2011).
Widyastantyo, Hermawan. Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. (Online) (http://www.shvoong.com diakses 22 April 2011).
Tim IPA SD PGSD FKIP UNTAN. 2005. Buku Ajar Pendidikan IPA SD. Pontianak : FKIP UNTAN
Ali, Abdullah, dkk. 1991. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta : Bumi Aksara
Darmodjo, Hendro, dkk. 1991. Pendidikan IPA II. Jakarta : Depdikbud Dirjen Dikti P2TK
Sekolah Dasar. (2010). Model Pengembangan Pendekatan, (Online) (http://www.blogspot.com diakses 11 April 2011).
Rahadi, Aristo. (2008). Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar, (Online) (http://www.wordpress.com diakses 11 April 2011).
Barlia, Lily. (2006). Mengajar dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar. Jakarta : Departemaen Pendidikan Nasional.













2 komentar:

  1. PLAS tu bahasan skripsi saya...!oohh my.. pengen cepet selesaaaai..hiks

    BalasHapus
  2. ohw ya kah???????????
    semoga cepat selesay,,,,,,,,,,,smoga blog saya bisa membantu,,,,,,,,,,,,,,

    BalasHapus